Wen Akmal Sangat Berbesar Hati, Semoga Tidak Menjadi Balon "Cap Patong"

Kita sangat berharap agar tidak terjebak dengan politik praktis, yang mebuat diri menjadi sadis, terkadang mentel seperti para ledies dan juga bringas seperti pak kumis. Sebab pada hakekatnya tujuan politik itu suci, bila diawali dengan niat yang baik dan tulus, Insha Allah barokah dan petunjuk-Nya menjadi pedoman sepanjang jalan kehidupan ini.
Ilustrasi Pasangan "Cap Patong"
Kata orang politik itu kejam, politik itu jorok, politik itu jahat, politik itu pencuri dan lain sebagianya, yang tidak mungkin aku sebutkan satu persatu. Terserah, mereka berkata apa, karena politik itu bukan barang baru yang sukar untuk diterjemahkan. Siapa saja bebas untuk menterjemahkan makna politik, anak SD dan bahkan anak TK pun tidak ada yang larang untuk menterjemahkan makna politik.

Meskipun bisa dan bebas menterjemahkan makna politik, akan tetapi kita sangat berharap agar tidak terjebak dengan politik praktis, yang mebuat diri menjadi sadis, terkadang mentel seperti para ledies dan juga bringas seperti pak kumis. Sebab pada hakekatnya tujuan politik itu suci, bila diawali dengan niat yang baik dan tulus, Insha Allah barokah dan petunjuk-Nya menjadi pedoman sepanjang jalan kehidupan ini.

Embred status Facebook Wen Akmal, sebagai bentuk berbesar hati dan berpolitik santun

Mungkin inilah satu hal yang dilakukan wen (Pak Cik) Akmal Ibrahim, SH selaku calon Bupati Aceh Barat Daya (Abdya). Berbesar Hati terhadap sesama lawan politinya patut menjadi contoh bagi kandidat yang lainnya. Apakah kandidiat gubernur, kandidiat bupati atau kandidat walikota diseluruh penjuru mata angin. Sehingga hal-hal ini akan memperkuat ukhuwah sesama petarung politik.

Sesama balon kandidat seharus bisa menunjukan sikap tolerir dan juga berbesar hati, tidak menghujat, tidak mencemoohkan dan bahkan saling menghargai. Toh, bukannya tujuan balon-balon ini untuk mensejahterakan rakyat bukan? Nah, oleh sebab itu sudah seharusnya balon-balon kandidat berbesar hati dan santun dalam menghadapi pertarungan politik awal tahun 2017 mendatang.

Kenapa demikian? sebab sikap berbesar hati dan politik santun ini yang bisa mengontrol dan mengawal eksabilitas politik yang terkadang sering meresahkan masyarakat. Ditambah lagi euvoria politik menjelang pilkada 2017 ini sungguh sangat mencengangkan bila kita mengintip fakta-fakta masa lalu, saat pilkada tahun 2012 silam.

Tidak sedikit balon-balon yang berterabangan kesana kemari,. Ops.. maksudnya balon (bakal calon) yang mencoba mencuri hati rakyat, dengan iming-iming segudang janji, seribu harapan dan bahkan sejuta kebohongan. 

Mereka menjanjikan kesejahteraan kepada rakyat, walaupun janji ini hanya sebagai pelengkap orasi saat musim kampanye berlalu. Mereka juga memberikan seribu harapan palsu yang akhirnya mengecewakan. Selain itu, mereka juga menebarkan sejuta kebohongan  untuk melengkapi dan meyakinkan hati rakyat untuk terpaut padanya.

Dan yang tidak habis pikir, terkadang masih juga ada balon-balon yang berlabelkan cap patung. Ya, calon membagikan sirup cap patung saat menjelang lebaran tiba. Mereka akan mengantarkan sirup-sirup cap patung ke rumah-rumah masyarakat miskin. Tak cukup satu, ada dua dan bahkan tiga sirup cap patung untuk satu rumah. Bayangkan, ternyata penderitaan akibat salah pilih pemimpin selama 5 ahun itu bisa dibeli oleh balon-balon seharga dengan cap patung.
Maaf bro,... ingat aku bukan bermaksud kampanye ya, sebab aku belum menjadi tim sukses dari balon manapun. Aku hanya menyampaikan fakta yang ada dilapangan. Tidak usah jauh-jauh, dikampungku saja. menjelang pilkada tiba, tidak sedikit agen cap patung mendatangi rumah-rumah. Bila kita kalkulasikan jumalah mereka, terkadang mampu mengalahkan orang muge bukan motor gede ikan (penjual ikan keliling yang memakai raga).  begitulah jumlah mereka ketika membeli penderitaan rakyat.
#Ngarep jadi timses ada juga..... ahahah

Nah, oleh sebab itu, sudah saatnya balon-balon berpikir untuk rakyat. berjuang demi rakyat, berkorban demi rakyat dan Insha Allah Anda akan dicintai oleh rakyat yang memilih anda seperti kisah presiden Turky beberapa bulan silam. Dan satu lagi pesan kami selaku rakyat abdya semoga Wen Akmal dan wen-wen Bupati lain tidak menjadi balon "Cap Patong"  
Previous
Next Post »

2 Comments

Di bawah ini!