Menggugat Sate Padang Di Kota Madani

Di Banda Aceh, bisa dipastikan bahwa jumlah penjual sate ini hampir sama dengan judul lagu Tetty Kadi yang pernah populer pada tahun 1960-an. Bila lagu Tetty berjudul 'Sepanjang Jalan Kenangan'
Penjual sate Padang | Foto : Sikonyol.com
Tempo hari lalu, aku duduk disebuah warung kopi atau sering disingkat dengan warkop. Jangan tanya warkop apa dan dimana tempatnya. Yang pasti bukan warkop DKI seperti yang ada di film Dono, Kasino dan Indro. Akan tetapi justru disitulah aku melihat sebuah sebuah gerobak sate yang bertuliskan Sate Padang. Entah padang mana, akupun tidak mau tahu, apakah padang panjang, padang pasir atau padang rumput. Semoga bukan padang yang gersang.

Tak jauh dari arahku, terlihat 2-3 orang lalu lalang untuk membeli sate. Beberapa pembeli terlihat sedang antre, ada yang duduk, jongkok dan berdiri sambil menunggu penjual sate yang sedang di kipas-kipas sate bak kipasin permaisuri di istana raja nan megah. Memang sih tidak terlalu rame seperti menghadiri acara konser Noah, sambil loncat-loncat kayak anak alay dapat hadiah ulang tahun dari pacar pertama. Walaupun hadiahnya hanya setangkai bunga mawar yang penuh duri. Wkwkwkwwk. Semoga bukan mawar hitam.

Oh iya, sebelum jauh aku berbicara tentang sate, sobat sikonyolovers perlu tahu, apa itu sate? Sate merupakan makanan yang berasal dari pulau Jawa yang terbuat dari daging yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan lidi, kemudian dipanggang menggunakan bara atau arang kayu. Rasa dari sate ini bisa bervariasi menurut selera atau menurut masing-masing daerah yang ada di indonesia. Misal ada saten madura dari madura, sate padang dari padang dan sate matang dari matang (suatu daerah yang ada di Aceh).

Ops.. Ingat, disini aku tidak jual sate ya, bukan pembuat sate dan juga bukan penggila sate yang tahu semua jenis sate dan aneka rasa sate. Aku cuma tahu sate ketika daging sudah ditusuk dengan lidi dan sudah siap saji. Gak tahu, atau gak mau karena belum dipanggang?

Nah, kembali pada pokok pembahasan sate padang. Sate padang memang sangat dikenal seluruh pelosok nusantara. Sangking terkenalnya sate padang mampu kalahkan terkenalnya Angelina Jolie. Padahal bila ditelusuri lebih jauh, mungkin saja itu sate berasal dari kota Bukit Tinggi, Solok, Padang Pariaman, Payakumbuh atau wilayah lain yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

Sate Padang | Foto : kulinerbangsakoe.blogspot.com
Kemudian mengenai sate padang di Banda Aceh, bisa dipastikan bahwa jumlah penjual sate ini hampir sama dengan judul lagu Tetty Kadi yang pernah populer pada tahun 1960-an. Bila lagu Tetty berjudul 'Sepanjang Jalan Kenangan', namun penjual sate di kota yang berjulukan Kota Madani ini juga sepanjang jalan. Kalau tidak percaya, coba anda perhatikan saja di sepanjang jalan yang ada di Ibu Kota Provinsi Aceh ini.

Penjual sate padang ini sebanarnya bukan penjual sate yang berasal dari padang. Justru mereka berasal dari derah Aceh itu sendiri. Hal ini bisa di buktikan ketika hendak membeli sate padang. Dimana penjual sate padangnya juga berbicara dengan bahasa Aceh. Sehingga dengan demikian bisa dipastikan bahwa sate padang tersebut hanya sekedar sate saja dan bukan sate padang yang berasal dari padang, bukan sate yang raci oleh orang padang dan dijual oleh orang padang. Dengan demikian khas ke-padang-an masih diragukan keasliannya.

Maka oleh sebab itu, bila memang sate yang dijual itu benar sate padang, pasti penjualnya orang padang dan bisa berbicara dengan bahasa padang. Bukan bicara dalam bahasa Aceh. Contohnya seperti penjual nasi padang yang kita lihat berbicara dalam bahasa padang.
Previous
Next Post »

6 Comments

  1. Nice artikelnya gan ? Makin Sukses

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks gan. Sudah bertamu dan sudah tanda tangan.
      Sukses Back.
      Hehehehe

      Delete
  2. sate makanan semua orang suka,ternyata sate padang itu bukan orang padang gan.

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Hahahaha. Sate lah namanya, gemana gk enak. Yang gak enak itu bayarnya.
      Wkwkwkwk

      Delete

Di bawah ini!