5 Tahun Sekali, Lowongan Kerja 'Pelayan Rakyat' Di Buka Kembali

Ingat!! mereka pelayan rakyat. Bukan bos rakyat yang semena-mena mengatur rakyat untuk memberi dukungan terhadapnya. Bilapun hal itu tetap juga terjadi berarti anda sudah menjual dukungan terhadapnya, anda ego serta tidak memiliki kepedulian terhadap kepentingan rakyat banyak. Ingat !! mereka pelayan rakyat.
Calon Gubernur Sebelah | Foto : Sikonyol.com 
Dari persimpangan jalan yang aku lewati, tepatnya di Koetaradja, pandanganku tak henti-henti bak digoda oleh Nawang Wulan dalam legenda 'Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari'. Bagaimana tidak, sepanjang sudut kota yang ku susuri ini hampir tidak satu simpangpun dipadati oleh foto-foto mereka yang sedang berikhtiar dalam doa untuk mendaftarkan pekerjaan baru. Diantara foto-foto tersebut, ada juga hanya untuk memperpanjang kontrak (masa) kerjanya untuk lima tahun kedepan. Fashion fotonya terlihat sangat luar biasa gagahnya, wajahnya bersih dan bersinar bak wajah artis film korea. Walaupun wajah sebenarnya bak bulan purnama yang menyinari bumi dimalam hari. 
Permukaan bulan itu gak rata loh....!!

Tak usah tanya berapa usia mereka dan apa jenis kelamin mereka. karena semua hal itu sangat tidak penting untuk permasalahkan. Apalagi diperdebatkan dihadapan publik, sebab publik sudah mengaminkan kategori usia dan jenis kelamin ini tidak ada sangkut pautnya dengan persyaratan untuk mendaftar kerja menjadi pelayan rakyat. 
Pekerjaan ini bukan untuk penganggur ya..??

Memang sih, sebelum menjadi pelayan rakyat, mereka selalu berusaha merebut hati rakyat, bermanis-manis bicara dengan rakyat, bersama-sama dengan rakyat serta berani bersumpah untuk loyal kepada rakyat. Hal ini adalah upaya untuk membujuk raju rakyat, sehingga tidak tanggung-tanggung mereka orang-orang yang mendaftar kerja menjadi pelayan rakyat tersebut terus berusaha sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Sehingga berbagai strategipun diterapkan, cara dan upaya menggalang kepercayaan rakyat adalah tujuan utama sebagai penyeleksi 'layak atau tidaknya' menjadi pelayan rakyat. 

Nah, begitulah tatkala lowongan kerja menjadi pelayan rakyat dibuka. tapi ingat bukan buat anda-anda, apalagi aku. Sebab Tuhan tidak memperuntukkan lowongan kerja tersebut untuk kita. Jadi oleh sebab itu aku, kamu dan anda-anda tak perlu merasa heran lagi melihat sebuah tradisi yang sudah dipatenkan di Negeri ini. Karena tradisi tersebut, telah menjadi sebuah kelaziman yang tidak pernah diperuntukkan untuk kaum lemah seperti kaum fakir miskin, pengemis atau orang-orang yang terusik hidupnya akibat keadaan ekonomi yang memprihatinkan. Sehingga tradisi ini hanya diperankan oleh para aktor yang bergelimang harta, berhamburan uang dan memiliki sejuta strategi. 
Wow,, luar biasa, kenapa gak sumbang aja itu uang..?

Ingat sekali lagi, lowongan ini 'Bukan' untuk kaum kecil, apalagi kaum miskin yang tidak memiliki tumpukan harta dan tidak memiliki banyak uang. Maka oleh sebab itu, sangat tidak mungkin kesempatan yang sudah mentradisi tersebut digapainya. Kecuali hanya sebagai penonton seperti saat menyaksikan pertandingan olahraga sepakbola.
Kadang nonton bola pun gak pernah..

Pun demikian, kita selaku rakyat yang tidak memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri menjadi pelayan rakyat, maka ikhlaskan kesempatan itu buat mereka. Bilapun ingin memberikan dukungan, misal ke salah satu calon pelayan rakyat yang anda percayai, silahkan saja. tapi ingat! mereka bekerja untuk kita, selaku rakyat. Jadi bila suatu waktu nanti mereka melanggar komitmennya untuk loyal kepada rakyat, maka kitalah yang harus mengingatkannya. Bukankah begitu? Karena pelayan rakyat bekerja untuk kesejahteraan rakyat dan juga membuat rakyat aman serta tentram dalam menjalankan kehidupannya sebagi insan Tuhan yang berinteraksi sesamanya dalam lingkungan sosial kemasyarakatan. 

Tahun 2017 kini hanya tinggal hitung bulan saja, dimana batas waktu untuk mereka calon pelayan rakyat akan berakhir. Selaku rakyat, aku merasa sudah saatnya mengingatkan, bahwa mereka bekerja untuk kita. Katakan 'TIDAK' bila mereka mengiming-imingkan rupiah, sebab itu sama halnya anda dibayar untuk mendukungnya menjadi pelayan rakyat. Ingat!! mereka pelayan rakyat. Bukan bos rakyat yang semena-mena mengatur rakyat untuk memberi dukungan terhadapnya. Bilapun hal itu tetap juga terjadi berarti anda sudah menjual dukungan terhadapnya, anda ego serta tidak memiliki kepedulian terhadap kepentingan rakyat banyak. Ingat !! mereka pelayan rakyat.

Memang sih, terkadang kita juga sangat berharap untuk menjadi seperti mereka menjadi pelayan rakyat. Sebab bila kita lihat dari upah yang diterima oleh pelayan rakyat itu, sangat-sangat menjanjikan. Gaji bulanan saja lebih untuk makan minum, bisa untuk ngopi berkali-kali dan bisa buat jalan-jalan keluar kota tanpa harus menabung, apalagi sampai berpuasa satu tahun. Menjadi seperti mereka sangat dibutuhkan kesiapan mental dan juga persiapan sejak dini. 
Ngarep juga ya, kayak mereka?

Selain itu, bilapun memungkinkah dan sungguh sangat elok bila salah satu atau kedua orangtua juga pernah menjadi pelayan rakyat. Sehingga tidak terlalu sulit untuk membangun networking (jaringan) untuk menitih karir menjadi pelayan rakyat tersebut. Selain itu, dari segi finansial juga sangat mendukung. Hal ini disebabkan karena, jaringan dan finansial orangtua akan diwarisi kepada anak dan keturunannya.
Makanya nabung dulu cuy..

Nah, setelah anda mengetahui tentang pelayan rakyat ini, apakah anda masih akan tetap untuk selalu bersikap ceroboh untuk memberikan dukungan? Sekali lagi, ingat!!! mereka itu pelayan rakyat. Jangan anggap mereka sebagai pejabat sebab uang atau gaji bulanannya, tunjangannya makan, minum, transportasi, dan berbagai ansuransi lainnya itu dibayar oleh negera dengan uang rakyat yang kemudian diikat dan diatur dengan sistem negara melalui undang-undang, yang katanya atas nama rakyat, mensejahterakan rakyat dan melindungi rakyat dari segala bentuk diskriminasi.
Ah,, itukan cuma pencitraan saja, coba kalau sudah terpilih, ingat pun gak lagi..

Dari ulasan singkat dan celoteh singkat ini, aku mengingatkan anda-anda semua jangan terjebak dengan lowongan kerja pelayan rakyat yang dibuka lima tahun sekali ini. Sebab bila anda terjebak, maka selama lima tahun kedepan kita akan merasa imbasnya. Dan kesejahteraanpun tidak akan kita raih, sedangkan kata-kata manis yang pernah diucapkan dulu hanya akan tersimpan dalam memori sejarah serta tidak lekang oleh waktu bak lagu krispatih.
Keseringan nyanyi ni kayaknya..

Maka sekali lagi, aku ingatkan!! Ops... perasaan sudah berkali-kali diingatin. semoga aku dan anda-anda semua semua menjadi orang selektif dalam memilih mereka untuk menjadi pelayan rakyat.
Amiiin....!!!


Previous
Next Post »

4 Comments

  1. Pelayan Rakyat... Rakyat juga jadi Pelayan.. Pelayan berasal dari Rakyat.. Rakyat butuh pelayan.. Sama - sama membutuhkan..jadilah rakyat yg bisa melayani dan pelayan utk yg dilayani.. Rakyat iya rakyat.. Yg di butuh kan hanya rakyat yg tahu.. Kebutuhan pelayan juga hanya pelayan yg tahu.. Kalau mau tahu maka cari tahu.. Oh ya.. Harus tahu spy rakyat tidak di bohongi.. Jangan bohon krn bohong di larang oleh semua ajaran agama.. Mari kita jujur.. Kalau rakyat ya iya rakyat.. Kalau pelayan bilang pelayan.. Kalau mau yg pelayan.. Daftar kan diri.. Setelah lulus ikut training penguatan kerja pelayan.. Maka layani rakyat sesuai dg kebutuhan.. Hehehe.. Aku rakyat dan kadang kala juga jadi pelayan.. Selamat jadi pelayan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.......
      Menyo pegot training, kah ju fasilitator jih.

      Delete
  2. Wah... Si Mbak ini kebanyakan main poker.
    Semoga tidak lupa dengan main yang lainnya..

    ReplyDelete

Di bawah ini!